Selasa, 14 Oktober 2008

BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI

BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI


Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.


Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri. Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.

Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.

Maka pertanyaannya kepada Anda, Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta? Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?

Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.


Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.
Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.


Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.

Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.
Segera setelah mengerti,
berlakulah seperti yang Anda mengerti.
Karena,
bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik,
untuk apakah yang Anda lakukan itu?

Sahabat-sahabat Indonesia yang super,
Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini. Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.

Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?
Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.

Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.
http://www.mtsuperclub.com

Minggu, 14 September 2008

Aku dan hobi yang ekstreeem...

Keluar-Masuk Hutan Menembus Malam Ramadan
Monday, 15 September 2008

Bersepeda menelusuri lereng gunung dan keluar-masuk hutan memang asyik.Namun bagaimana bila dilakukan di malam hari? Pasti lebih seru dan menantang dibanding bersepeda siang hari.


INILAH yang dilakukan beberapa kelompok sepeda di Kota Bandung sejak Sabtu (13/9) malam hingga pagi kemarin. Mereka menembus dinginnya malam hanya dengan ditemani cahaya bulan.

SINDO yang berkesempatan mengikuti kegiatan ini ikut merasakan kehangatan di malam itu. Sehabis salat tarawih mereka mulai mengayuh sepeda dari rumah masing- masing ke tempat berkumpul di Taman Cikapayang, Dago,Kota Bandung.Sekitar 35 orang mengikuti acara nite riding (bersepeda malam) ini. Menjelang tengah malam, satu persatu sepeda disusun rapi di atas tiga mobil bak terbuka.

Para pemilik sepeda pun bergabung di atas mobil untuk melakukan perjalanan menuju daerah Palintang,Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung. Salah seorang penggagas acara nite riding Satiya Adi Wasana mengatakan, rute yang dilewati itu sangat menantang,apalagi dilewati saat malam hari. ”Rutenya mulai Pelintang, Gunung Manglayang, Bukit Tunggul,Gunung Kasur,Cibodas, Maribaya,Gua Pakar,dan berakhir di daerah Dago,”papar Satiya yang akrab dipanggil Tiyo.

Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar empat jam dengan medan naik-turun. Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan tiba di sebuah lapangan kecil di daerah Palintang.Satu persatu sepeda diturunkan. Peserta kemudian bersiap menyalakan lampu depan dan belakang, menyiapkan pelindung tubuh, serta beberapa perlengkapan lain. Rombongan tidak hanya didominasi pria, terdapat juga dua wanita bernyali besar.

Salah satunya Ella, yang mengaku baru kali ini mengikuti perjalanan malam dengan rute keluar-masuk hutan. ”Baru pertama kali saya ikut acara NR (nite ridding). Penasaran karena banyak yang bilang seru dan menantang,” ungkap warga Kota Cimahi ini.Wanita lainnya, Joan, mengaku tertarik bersepeda malam karena diajak beberapa teman. ”Kebetulan ada yang ngajak untuk bersepeda malam-malam,” ujar perempuan asal Jakarta ini.

Rute pertama dilalui dengan menyusuri punggung dan tebing bukit-bukit di sekitar Gunung Manglayang.Para peserta disuguhi tanjakan disertai batu-batu. Jalur pun sering berubah-ubah menjadi turunan cukup panjang. ”Kalo nggak hati-hati dan pengontrolan sepeda yang tidak cermat,bisa-bisa terjatuh,” ungkap seorang anggota Bandung All Mountain (BAM), Aldi.

Hal lain yang harus dipersiapkan adalah kekuatan tangan,karena getaran sepeda di atas jalan terjal sangat besar. Jika tidak kuat,bisa jadi tubuh terlempar dan akan mendarat bebas di atas tanah. Hampir dua jam lebih para penggila sepeda ini melewati rute tersebut. Saat melalui jalan desa, turunannya pun tak kalah seru. Sekitar pukul 02.00 WIB rombongan memasuki kawasan Air Terjun Maribaya, Lembang, dan langsung menembus Hutan Maribaya.

Melewati jalan setapak, kontrol kemudi pun harus dijaga. Dengan pandangan terbatas dan hanya mengandalkan lampu kecil, para pesepeda dituntut selalu waspada. Setelah beberapa kilometer melalu jalan setapak di tengah hutan, rombongan pun masuk ke kawasan Taman Hutan Raya Ir H Juanda. Rute yang dilewati pun adalah jalan setapak. Di sini mereka harus hati-hati karena di beberapa titik terdapat genangan air yang membuat jalan licin. Baru pada sekitar pukul 03.00 WIB rombongan memasuki Gua Belanda yang menjadi ikon Taman Hutan Raya Ir H Juanda.

Hanya beberapa menit berkumpul di depan Gua Belanda,akhirnya rombongan pun mengakhiri perjalanan dengan meluncur ke daerah Dago dan pulang ke rumah masing-masing. Dalam perjalanan tersebut tidak jarang peserta menghadapi kendala,mulai jatuh hingga ban bocor. (yugi prasetyo)

Rabu, 27 Agustus 2008

Rileksnya Kaum Lelaki

Manfaat Sering Melihat payudara

"Studi Payudara dan Anjuran-anjurannya"
Studi yang dimuat di New England Journal of Medicine tersebut mengatakan bahwa menatap buah dada yang seksi selama 10 menit bisa disamakan dengan latihan aerobik selama 30 menit. Penelitian dilakukan oleh Dr Karen Bouncer dan koleganya di tiga rumah sakit di Frankfurt, Jerman, yang melibatkan 200 lelaki. Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sebaliknya seratus lelaki lainnya justru dilarang untuk melihatnya. Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan kelompok pengintip dada perempuan mempunyai tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah.

"Kenikmatan seksual memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah," kata Dr Bouncer. "Kami percaya jika lelaki memandang dada ukuran 'cup D' secara teratur, mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun". Dia menganjurkan kaum lelaki, terutama usia di atas 30 tahun, untuk menonton acara TV seperti Baywatch dan majalah-majalah panas seperti Playboy, yang menampilkan perempuan-perempuan berdada besar.

Para peneliti juga mencatat nama-nama selebritis berdada seksi yang dianggap bisa 'menyehatkan' lelaki, diantaranya Dolly Parton, Heather Locklear, Anna Nicole Smith, dan Demi Moore. Kalau selebritis Indonesia , siapa ya kira-kira?

Jadi dianjurkan untuk para lelaki harus mengikuti terapi ini secara teratur antara lain: Dirumah: Harus suka melihat-lihat payudara isteri, kalau isteri ogah coba kebelakang lihat payudara pembantu (usahakan cari pembantu yg payudaranya gede, ini semata-mata untuk terapi umur panjang saja). Alternative lainnya, berlangganan majalah Playboy atau sering nonton Blue Film.

Di Kantor: Usahakan bergaul dengan teman cewek yg punya payudara gede atau sesuai dengan selera masing-masing. Coba curi-curi pandangan untuk melihat payudara tersebut selama 10 menit saja. Alangkah baiknya kalo punya temen cewek yg bisa memback-up terapi ini, dengan kata lain dapat memperlihatkan payudaranya hanya selama 10 menit saja setiap harinya.

Di Jalanan: Mata boleh jelalatan untuk melihat-lihat payudara perempuan di halte, di bus atau dimana saja, tapi hati-hati kalau lagi mengendarai mobil jangan sampai tubrukan.

Di Cafe atau di Karaoke: Usahakan untuk mendapatkan Ladies Companion yang sesuai dengan selera yang mana semata-mata untuk terapi, bukan untuk selingkuh.

Untuk sang isteri : Harus 100% mem back-up suami untuk terapi umur panjang ini, kalau perlu bahkan menjalani terapi-terapi yang diperlukan.

Just rilex.... :)

Senin, 18 Agustus 2008

Hitamku dan Memilih...

Hitamku
* andra and the backbone

masih adakah separuh hatiku
yang kuberikan hanya untukmu
kuharap engkau masih menyimpannya
jangan kau pernah melupakannya

maafkan kata yang tlah terucap
akan kuhapus jika kumampu
andai kudapat meyakinkanmu
kuhapus hitamku

masih adakah separuh janjiku
yang kubisikkan hanya padamu
kuharap engkau masih mengingatnya
jangan kau pernah melupakannya

andai kudapat memutar waktu
semuanya takkan terjadi

kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh janjimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
(simpan separuh janjimu)


*** Jika hitamku bisa kuhapus
Jika masa lalu bisa kurusak
Jika waktu bisa kudobrak
Antara mau dan tidak aku melakukannya
Jika memang itu semua bisa membuat kamu menerimaku tanpa cela,
aku mungkin melakukannya
atas nama penyesalan

Tapi, itu mungkin, kataku!
Karena aku, ingin kamu memahami hal terindah dalam cinta
yakni menerima seseorang apa adanya
Terlebih, jika semua tak kulakukan saat itu,
aku mungkin tak pernah belajar
Bahwa cinta, terlebih hidup,
adalah tentang kesederhanaan. Tidak pernah lebih

Aku mungkin tidak melakukan hal itu
tidak menghapus hitamku
hanya untuk memelukmu

yang harus kulakukan adalah menjadi baik
Baik, karena aku sadar selalu ada kebaikan
Baik, karena itu yang kudapatkan
Baik, karena kamu, juga mereka selalu berbuat ini

Aku akan pilih caraku.
Seperti kamu pernah berkata padaku, "kita yang mengejar waktu, atau waktu yang mengejar kita? Membahagiakan orang lain, atau dibahagiakan orang lain?"
Katamu saat itu, jawablah oleh hatiku.
Tapi aku menjawab, memilih adalah persoalan hati
Dan dari sanalah kebenaran itu datang...


Dan aku telah memilih...
Semoga ini benar...

-raka-

Kata orang, ini merdeka...

Aku tidak pernah habis pikir, kenapa orang-orang menyebut kemarin, 17 Agustus dengan kata 'merdeka'. Sebab, dari tahun ke tahun, pada hari itu, aku tidak melihat bahwa orang-orang merasa merdeka. Adapun, yang kulihat sepanjang hari itu adalah ramai. Jadi, bukan kemerdekaan, tapi keramaian. Ada orang panjat pinang, balap karung, balap becak, main bola pakai sarung hingga cepat-cepat makan kerupuk.

Beberapa kejadian pada 17 Agustus kemarin semakin menggoyah 'iman'-ku soal definisi merdeka ini. Okey, aku ceritakan. Malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB lebih, aku dan teman-teman kantor pergi nongkrong ke daerah Dago, Kota Bandung. Karena malam minggu kami jarang keluar, maka kami putuskan nongkrong sambil makan jagung bakar serut yang enak. Biasa, tak ada obrolan lagi jika sudah begini selain ngalor-ngidul dengan tema 'betapa menyebalkannya hidup di perusahaan besar, dengan penghargaan yang minim terhadap karyawan/kontributornya'. Obrolannya memang asyik, karena 'yang namanya membicarakan langkah-langkah revolusi' memang memacu semangat kami. Anehnya, jika bicara soal ini, hati kecilku sering berbisik, 'ya itu seh resiko lu jadi karyawan ya tertindas'... hahahaha...

Obrolan di sebuah tenda jagung-roti-pisang bakar dan kopi-susu berakhir sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tepat kami menghabiskan detik-detik menuju 17 Agustus 2008 dengan tertawa terbahak-bahak. Ternyata obrolan belum selesai. Karena si ibu pemilik sudah melirik-lirik kami yang tidak mau pergi juga, kami putuskan memahami ibu itu. Ini namanya empati. Pergi sebelum diusir pemilik tenda. Dan kami lanjutkan di sebuah minimarket 24 jam di Jalan Supratman, Bandung. Teman-teman memilih sebotol bir, ada juga bir 'zero'. Tapi, aku memilih sebotol air mineral plus ciki kesayangan, 'chitato' (dan ini memang iklan... hahaha).

Obrolan masih seputar tema menghujat oknum perusahaan. Dan parahnya, semakin pagi kami semakin berani menghujat mereka-mereka yang dalam persepi kami (berdasarkan penuturan narasumber rahasia) memang layak untuk dihujat. Seorang teman yang mengaku polos, akhirnya terpengaruh juga. Sepertinya, dalam hatinya dia berkata, "damn, gue tertipu!!". Pukul 05.00 WIB lebih dikit, kita bubar dengan senyum puas. Aku pikir, semua dari kita pasti berkata dalam hatinya, "lihat saja nanti kalian!!" hahahaha...

17 Agustus 2008 pukul 06.00 WIB aku tidur. Dan baru pukul 11.00 WIB aku bangun. Anehnya, hari itu tidak ada perasaan istimewa. Di lapangan dekat rumah, katanya ada pawai dan perlombaan agustusan. Tapi tak dihiraukan. Paling, bapak-bapak berbaju wanita sebagai badut yang tampil juga. Setiap tahun selalu begitu. Aneh juga ya, kok aku sinis?? hahaha...

Aku memutuskan pergi ke kantor meski libur. Inilah kejadian yang menegangkan. Sekitar pukul 14.00 WIB, satpam berkata padaku, "mas, ada tamu di depan". Aku ke depan. Dari jauh aku lihat seorang berbadan tegap dengan seragam kebesaran berwarna hijau, lengkap dengan atribut pangkat di sana-sini sudah duduk santai. Tersenyum saat aku datang, menyalamiku dan menyapaku gagah. "Saya diminta panglima datang ke sini, mas," katanya singkat. Hah, panglima mana neh??

Aku persingkat cerita. Memang dia diminta panglima datang ke kantor saya. Ada sedikit komplain atas advetorial yang sebetulnya berasal dari pusat dan aku lihat materinya dari sebuah departemen yang mengurusi pohon-pohon di seluruh Endonesia, dan menterinya saat ini sedang terkena kasus dan disorot media.

"Jadi mas, minyak ini tuh bukan untuk minyak goreng, bahaya karena ada kandungan racunnya sekitar 2%. Di militer saja kita pakai untuk bahan bakar kendaraan perang. Jadi kebayang kan bahanya," jelas Bapak itu dengan senyum khasnya. Menawan sekali saudara-saudara. Aku mengangguk, sambil tersenyum kecil dan berkata dalam hati, "ah dasar departemen pusat, kayak gini aja gak dibenerin. Bahaya buat masyarakat ini". Setelah aku jelaskan dengan elegan, Bapak itu tersenyum dan pergi dikawal ajudannya. "Terima kasih ya mas," katanya singkat. "Selamat jalan pak, selamat berjuang," kataku. Tapi dalam hati tentunya.

Sore harinya aku makan. Di warung nasi padang langganan, tiba-tiba nasi habis. Wah gawat, karena asyik ikut pawai, ibu-ibu sampai lupa masak buat keluarganya. Aku pindah ke warteg di sebelahnya. Warteg yang mungil. Ada di perempatan jalan besar. Dari etalasenya saja, hanya ada beberapa masakan sederhana. Seorang ibu lumayan berumur tersenyum dan menawarkan masakannya. Aku lebih memilih menu nasi, sayur kangkung dan dua buah tahu kuning. Tak lupa, kata ibu itu ada sambal goang, sambal yang katanya diolah tanpa terasi.

Aku makan dengan lahap. Menu yang sangat sederhana. Di hari 'merdeka' ini, aku sangat menikmati makan sangat sederhana ini. Sayup-sayup, aku dengar pembicaraan antara si ibu warteg dengan seorang bapak-bapak. Si ibu berniat memberikan beberapa lauk untuk suami si bapak. Si bapak sempat menolak, karena tidak enak mungkin. Tapi si ibu memaksa. Katanya buat isti dan keluarga si bapak. Si bapak akhirnya menerima, sambil berkata, "kalau saya punya uang berapapun di saku saya, pasti saya berikan buat bayar ini semua. Tapi, saya gak punya uang sepeserpun bu".

Dengan senyum, si ibu berkata, "gak apa-apa, pak. Kok kayak gitu dipikirin". Setelah ucapkan terima kasih banyak-banyak, si bapak pergi dengan senyum. Di belakangku, terdengar si ibu tengah bercanda dengan anak separuh bayanya. Aku menoleh, sambil tersenyum. Karena si ibu lemparkan senyum duluan. Anak dan ibu yang sederhana itu rupanya tengah berbagi sepotong buah mangga yang cukup kuning, masih sepertinya. Mereka begitu bahagia. Sepotong mangga baginya begitu enak. Sama sepertiku, sepiring nasi, sayur kangkung dan dua buah tahu goreng plus sambal goang hari itu begitu nikmat.

Dengan lahap nasi itu habis. Kata ibu warung, empat ribu rupiah harganya. Sore itu, setelah keluar dari pintu warteg mungil, aku cukup sadar.

Membicarakan betapa menyebalkannya perusahaan, atau lebih tepatnya oknum di perusahaan besar tempatku bekerja, nongkrong dan baru tidur pada pagi hari, bertemu pak tentara berpangkat Letkol dengan seragam lengkap pangkat setelah upacara agustusan, mendengar pembicaraan bapak yang tak punya uang dan diberi lauk oleh si ibu warung, hingga betapa bahagianya ibu warung dan anaknya dalam kesederhaan.

Aku sadar, bahwa kesederhanaan bukan alasan untuk tak memberi. Tidak punya hal berlebih, bukan alasan untuk tak berbagi. Aku sadar, bahwa aku harusnya bersyukur bisa makan seadanya (meski materi berlebih) dengan sangat nikmat. Orang-orang kaya itu belum tentu begini. Mereka yang jadi bos-bos belum tentu se'merdeka' ini.

Hari itu, hingga detik ini, aku sadar. Bahwa kemerdekaan barulah sekadar wacana. Dan tidak merdeka adalah kenyataan...

Aku tengah mencari. Berjanji, kelak aku pasti bisa mengenal semuanya...

-dari hati, untuk kalian yang 'merdeka-

Jumat, 08 Agustus 2008

I Don't Want To Talk About It

by rod steward

I can tell by your eyes
That you've prob'ly been cryin' for ever
And the stars in the sky
Don't mean nothin' to you
They're a mirror
I don't wanna talk about it
How you broke my heart
If I stay here just a little bit longer
If I stay here won't you listen to my heart.
Oh
oh heart
If I stand all alone
Will the shadow hide the color of my heart

Blue fall the tears
Black fall the nights
Tears and the stars
Don't mean nothin' to you
They're a mirror
I don't wanna talk about it
. . .


akan mengiringi "kepergianku"...
sebuah pilihan terhebat
karena yakin, sesulit apapun, semuanya bisa berubah. dan harapan selalu ada...

dengan ucapan menerima dan memberi kasih. tak lupa maaf...
-raka-

Selasa, 05 Agustus 2008

Terima kasih buat BBV....



Dari Obrolan hingga Berteman
Monday, 04 August 2008

BANDUNG (SINDO) – Nge-blog kini bukan lagi sekedar hobi. Blog sudah menjelma menjadi sebuah gaya hidup modern. Pelakunya atau biasa disebut blogger bukan lagi sekumpulan anak muda, melainkan ada artis hingga politisi.

Komunitas blog pun bermunculan. Pada skala universal, ada komunitas blog besar yakni Bloggerian dan Blogbugs. Berkaca kepada dua komunitas ini, pada 5 Juli 2002, terbentuklah komunitas weblog regional pertama di Indonesia bernama Bandung Blog Village (BBV).

Presiden BBV Mohamad Iqbal atau akrab disapa Ikez menjelaskan, para anggota BBV yang mengusung nama Bandung berarti blogger-nya merupakan orang Bandung atau mereka yang tinggal atau pernah ke Bandung. Jadi, sebenarnya anggota BBV tidak melulu orang asli Bandung.

”Mereka yang merantau ke Bandung atau pernah singgah di Bandung juga bisa jadi anggota kami,” ujar Ikez kepada SINDO kemarin. Menurut dia, BBV sendiri bukanlah komunitas kaku, yang harus mengikuti format tertentu. Hingga enam tahun perjalanannya,BBV justru jadi ajang persahabatan para anggotanya.

Saat ini para anggotanya yang mayoritas sudah bekerja memilih berkumpul setiap akhir pekan di Bandung. ”Saat berkumpul, kami habiskan waktu berbagi cerita bersama- sama,” ucapnya. Anggota BBV, sambung Ikez, ada dari kalangan mahasiswa, pekerja, penulis hingga ibu rumah tangga.

Setiap kali berkumpul, sering diadakan diskusi dan obrolan seputar blog dan perkembangan dunia internet terbaru. Selain itu, kegiatan mereka di luar biasanya diselingi sepak bola bersama dan minum susu murni di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. ”Nah, dari sinilah biasanya para blogger dari komunitas lain kenal kami. Jika habis bermain bola, kemudian minum susu murni, itulah kebiasaan anak-anak BBV,” jelasnya. Kegiatan lain yang pernah dilakukan anggota BBV adalah menjadi relawan saat gempa dan tsunami menimpa Yogyakarta pada Mei 2006 lalu.

Meski bergelut di bidang sosial, dia mengaku komunitas ini belum memiliki satu rencana pun agar bisa berinteraksi di kegiatan sosial. ”Karena sampai saat ini BBV masih buat senang-senang saja dalam hal positif.Kami masih bahas seputar blog saja, belum ada misi khusus,” kata Ikez.

Meski demikian, BBV yang sebentar lagi akan melakukan regenerasi, kemungkinan bisa lebih mengembangkan BBV lebih beragam lagi aktivitasnya. Jadi, selain sebagai ajang berceloteh bagi para blogger, BBV juga bisa jadi ajang bersahabat dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain.

”Di BBV, kita pasti berceloteh di blog, setelah itu kita bersahabat bersama anggota lain, bahkan ada juga yang dapat jodoh,” ujar Ikez yang memiliki blog http://i.provoknation.com ini.

Dapet Pekerjaan Karena Nge-Blog
SESEORANG dikatakan sebagai blogger, apabila memiliki blog dan menulis di blog tersebut. Menurut anggota Bandung Blog Village (BBV) Adham Somantrie, banyak sekali hal yang bisa dilakukan seseorang ketika terjun ke dunia maya dan menjadi blogger. "Tulisan kita bisa dibaca orang lain, bahkan bisa juga diminta untuk dipublikasikan," ujar Adham.

Adham mengatakan, dengan bergabung di BBV tentunya menambah teman. Pastinya, efek domino dari banyak teman tersebut adalah bisa mendapatkan banyak informasi yang bisa digali. Bahkan, setiap orang bisa saling mengerti dan mengetahui karakter asli anggota di dunia nyata. "Ada juga yang dapat pekerjaan dari seringnya kita bergaul dan menambah link," kata Juara 1 Telkom.tv Blog Competition 2008 ini yang blog-nya bisa diakses di http://adhamsomantrie.com ini.

Presiden BBV Mohamad Iqbal atau akrab disapa Ikez menambahkan, dirinya bisa mendapatkan pekerjaan di bidang informasi dan teknologi (IT) saat ini karena mendapat informasi dari anggota BBV lainnya. Ke depan, Ikez dan teman-temannya akan berupaya melakukan kampanye gemar menulis di blog kepada generasi muda. "Di blog kan kita bisa berkreativitas. Jika ada yang mau bergabung di BBV, silakan kunjungi saja www.bbv.or.id," ujarnya. (raka zaipul)