Kamis, 03 Januari 2008

Aku, Sang Penghibur

Unik sekali... Sungguh.
Seperti yang terlihat, terdengar, terasakan, dan terjadi...
inilah beberapa kata yang mencerminkan
betapa hingga kini, aku masih menjadi seorang penghibur
menghibur diri sendiri....
terima kasih, padi...

SANG PENGHIBUR
by PADI

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna dalam jiwa

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
kuhanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya

oh, bukankah kupernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya, yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

kugerakkan langkah kaki
dimana cinta akan bertumpu
kulayangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terputus

masih kucoba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tanah
lelah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

oh, bukankah kubisa melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya

bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali
melangkahkan kaki menuju cahaya