Minggu, 28 Oktober 2007

Demi menyapa keluarga


(DEMI MENYAPA KELUARGA) Inilah yang kami katakan, demi menyapa dan melihat senyum keluarga - dan orang yang kita sayangi, semuanya rela menikmati perjalanan spektakuler ini. Ini adalah sebuah keajaiban. Atau kami namakan saja hal ini sebagai "HARI KASIH SAYANG". Karena secara serentak, semua orang (dengan rasa sayang) rela membawa bekal seadanya demi memberi kebahagiaan untuk orang lain (dimana pada Valentine hal ini tidak pernah terjadi)** [Foto by Raka Zaipul. 11 Sept 2007, jalan ahmad yani, Karawang]

Kami menyapa kembali... Demi KELUARGA

Menyapa pemirsa kembali....

Hualah, arus mudik-balik hingga bolak-balik sungguh menyita perhatian ratusan juta umat manusia di negeri paman Roy ini. Betapa tidak, kemacetan yang biasanya kerap terjadi di ibukota negeri ini, dengan sekejap mata pindah ke kampung-kampung dan desa-desa yang jalannya saja setengah aspal setengah tanah dan setengah semen...
Tapi, beruntunglah mereka warga yang dilintasi jutaan orang yang disebut "pemudik" itu memiliki tontonan baru. Mereka asyik tertawa melihat tingkah pemudik itu. Membawa barang bawaan yang sudah over-kapasitas, dua anak yang diselipkan di tempat tersisa dari sebuah motor, ditambah kardus bekas mie instan (yang artis sekelas Titi Kamal saja sampai gak tahan. Atau artis secantik Luna Maya saja sampai pasang wajah jeleng. "Sungguh hebat iklan!") yang diikat kuat di belakang jok motor dengan tambahan kayu seadanya...

Orang-orang berbahagia. Meski sedikit tersiksa di jalanan, tapi mereka terlihat menikmati semuanya. Begitu juga dengan penonton itu. Ada polisi yang sudah terlalu sering mengeluh dengan "tren" ini. Tapi semua akhirnya tertawa.... "Syukur dech itu semua sudah selesai," kata mereka....

Ya, kami juga bersyukur....
Dalam nuansa budaya mudik yang spektakuler. Dalam berbagai kata yang sempat diucapkan ketika macet total di jalan-jalan Pantura, Nagreg, Merak, Bakauheni hingga di kampung halaman.. Kami bersyukur...

Keluarga kami telah menerima kami dengan selamat. Dan akhirnya kami pun kembali ke dunia nyata dengan selamat...
Banyak hal yang terjadi, sahabat...
Dan akhirnya semua kelak akan mengerti, KELUARGA adalah harta...
Boleh kalian menyebutnya karunia...
Karena bagi kami, sebetulnya tak ada kata yang bisa menjelaskan KELUARGA itu apa?

Kami bahagia dan semoga juga kalian...

Mohon maaf karena kami lama tidak menyapa...
Bukan karena mudik atau merayakan lebaran. Bukan.
Karena kami sadar, keterbatasan kami memaknai pemberian dariNya adalah suatu hal yang membuat kami harus merasa malu...

Karena kami, sampai detik ini, belum berbuat apapun bagi KELUARGA...

Maaf lahir dan batin buat semua....
Selamat menempuh hidup baru... Dan meraih impian itu tentunya.


Salam hangat dari yang selalu jatuh cinta....
Raka Zaipul dan temans
Direktur Kantor Berita Curahan Hati