Ternyata, duduk dalam emosi tak memberi apa-apa...
berdiri dalam emosi apalagi.
tidur dalam emosi? silahkan coba....
melamun dalam emosi? bisa dicoba...
tertawa sambil emosi? pahit amat...
Hari ini, adalah hari yang penuh emosi. Emosi dalam arti sempit. Menyebalkan kata orang...
Tapi, rupanya Tuhan memang sutradara yang hebat. Dia jadikan emosi ini pelajaran bagi umatnya. Bisakah dengan emosi, umatnya tetap bersyukur kepadaNya? Cobaan cukup berat bagiku. Sebab, aku adalah orang paling emosional di jagat raya ini...
Betapa tidak, tanpa alasan yang jelas, bisa saja mood-ku berubah drastis... Sialan. Hari ini, aku dibuat emosi oleh diriku sendiri. Kesimpulan ini aku dapatkan saat aku mencoba sedikit merenungi nasib nahasku hari ini. Ternyata, kita dipermainkan perasaan sendiri. Jika sudah begini, kita akan merasa sangat bodoh sekali benar-benar bodoh amat banget edan....
Tapi sudahlah...
Ini adalah keisengan diriku sendiri. Yang menyadari, dengan emosi, tak pernah ada way-out yang dijanjikan itu. Dengan emosi, maka yang kau tunjukkan hanyalah kebodohanmu sendiri. Bahkan, dengan emosi, kau akan sangat amat mengetahui dimana sebenarnya ketololan dirimu kau simpan, dan akhirnya kau mainkan sendiri untuk membuatmu tertawa, juga membuat orang lain terpingkal-pingkal karena melihatmu tak ubahnya seekor monkey... hihihi...
Maka, dengan mencoba sepenuh hati, kutawarkan ini, kawan....
Untuk orang yang kusayangi, kucinta, dan mereka yang melakukan hal yang sama padaku...
Aku katakan, "Cukup sudah kau dipermainkan emosi. Kini, saatnya kau berpikir, apa sebenarnya yang kau inginkan. Dan buatlah emosi yang ada dalam dirimu bertekuk lutut padamu. Dengan ini, kau akan BAHAGIA...."
terima kasih, cinta.....
bukan lagu Afgan, tapi ini hanyalah keisengan tak berujung...
bahwa sampai kapanpun, emosi=bahagia...
hahahahahaha....
aku sayang kamu, cinta...
-raka-
Jumat, 18 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)