Rabu, 19 September 2007

C I N T A (Budi MS)


Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya.
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah.
Aku pernah.......
Aku pernah tersenyum meski kuterluka, karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku. Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja.
Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan..... Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia.
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar. Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu. Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.
Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah. .karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap.. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu.
Buat temanku yang mempermainkan cinta.... Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.


KONTRIBUTOR tulisan ini adalah Budi MS. Beliau adalah wartawan METRO TV untuk wilayah liputan Purwasuka. Sangat hobi berbicara CINTA, apalagi menyanyikan lagu CINTA duet Melly Goeslaw dan Krisdayanti. Asam-garam cinta telah dilaluinya dengan keringat dan darah yang mengucur deras. Kini, selain sibuk liputan (persiapan liputan arus mudik lebaran 2007), dia sibuk menciptakan film pendek dengan backsound CINTA bangget dech... Tinggal di Karawang Kota bersama teman-teman AJHIP yang selalu mencintainya sepanjang masa....
(Lihatlah foto sang maestro CINTA ini di atas.... Wajah penuh cinta, bukan?)

Minggu, 16 September 2007

Bocah-bocah penjaga dunia lain....

Anak-anak penjaga dunia lain....

Dunia lain tidak seseram yang mereka bayangkan. Dunia lain – atau tepatnya dunia orang-orang yang telah meninggal – bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.

Usia mereka masih kecil-kecil. Masih terlalu dini untuk mengenal kerasnya dunia. Masih terlalu lugu untuk merasakan hal yang sama seperti orang tua mereka. (betapa dunia menjadi semakin keras ketika mereka beranjak dewasa). Bagiku, seharusnya mereka tidak perlu mengerti hal itu... Tak perlu sama sekali. Tak ada alasan, maaf.

Suatu ketika mereka sedang bermain di sebuah pemakaman. Sebenarnya tidak terlihat seperti bermain. Lebih tepatnya bekerja. Ini adalah kisah nyata. Bersama tujuh bocah penjaga dunia lain. Bocah lugu yang seperti aku bilang tadi: seharusnya bermain di tempat indah. Tapi mungkin, tempat itu indah buat mereka.

Obrolan berawal ketika seorang bocah tiba-tiba bertanya kepadaku. “A, mau cari makam siapa?” tanya bocah itu. “Gak, Cuma mau maen aja,” kataku. Si bocah itu tertawa. Tak lama kemudian, enam bocah lainnya menghampiri dan bertanya dengan pertanyaan yang serupa. Sama dan serupa sambil membawa sebuah sapu lidi.

“Kok mau maen di tempat ini sih, A?” tanya bocah lainnya dengan polos.
“Terus kalian kenapa pada mau maen di sini?” tanyaku.
“Ya emang harus kesini, A,” jawab mereka, lagi-lagi dengan keluguan yang lucu.
“Kenapa harus kesini? Kan banyak tempat laen,” tanyaku iseng.
“Kerja, A,” jawab mereka.
Jawaban singkat mereka membuatku tersenyum. Tersenyum dengan perasaan yang aku sendiri tak pernah tahu. Tapi yang pasti, ada KAGUM di sana. Plus campur-sari perasaan.

Duduk ditepi sebuah kuburan aku dengan mereka....
Bercerita... sedikit...

Namanya Dian Rusdiana (13 tahun). Bocah lelaki yang rumahnya tak jauh dari areal pemakaman itu. Kini, dia kelas 2 SMP. Sambil tersenyum (dengan kebanggan seorang bocah) dia bercerita lebar-lebar.
“A, saya jadi penyapu di makam ini sejak kelas 6 SD. Kalo disuruh bapak-ibu sih enggak, A. Ya saya kesini cuma mau cari uang buat jajan. Mau gimana lagi, bapak-ibu kadang ngasih uang jajan, kadang enggak, A. Bapak kerja jadi tukang becak. Dan ibu biasa jadi buruh cuci di rumah tetangga,” tuturnya dengan terbata, tapi jelas. Jelas pula raut kegetiran yang aku sendiri tidak pernah tahu perasaan apa yang bergejolak di hatinya.

Dan saya pun menuliskan cerita si Dian dalam catatan kecil yang sengaja saya bawa...

“A, kenapa ditulis?” tiba-tiba seorang bocah perempuan nyeletuk.
Dan dia namanya Erika, kelas 6 SD. Satu-satunya bocah perempuan yang terlihat di tempat itu. Meski saya menilainya sudah mengarah kepada tomboy.
“Ah, enggak iseng aja. Saya juga kan sedang sekolah seperti kalian,” kataku.

Dan semua yang ada di sana tertawa.
Tawa yang selama ini ingin sekali kudengar. Salah satu tawa yang paling menenangkan hatiku. Salah satu tawa terbaik yang penah kudengar. Tawa yang datang dari lubuk hati terdalam tanpa rekayasa dan pengaruh kerasnya dunia. Tapi paling murni. Dan itu adalah tawa terlepas yang pernah kudengar.....
Aku pun ikut tertawa lepas... Tertawa di sebuah dunia lain. (aku pikir para penghuni dunia lain itu juga ikut tertawa bersama kami)

Dan mereka pun mengajariku sesuatu....

“Kalian gak takut emang ada di sini?” tanyaku singkat.
Erika, bersama Dian, Putra (yang ternyata masih kelas 1 SD) dan empat teman lainnya yang aku lupa namanya sama-sama menimpali pertanyaanku.
“Kita gak takut ada di sini, A. Yang penting sopan aja, jangan sompral. Kalo sompral biasanya kena sambet. Tuh, di pohon itu katanya ada hantunya,” jawab mereka, sambil menunjuk sebuah pohon beringin besar tepat berada di tengah makam. Masih lugu.

Pelajarannya: Rasa takut bisa hilang dengan kerendahan hati...
Dengan rasa sopan, dengan tidak berkata seenaknya, dengan tidak berbuat sesuka hati yang tentunya mengganggu orang lain. Dengan kerendahan hati, dunia lain pun akan menghormati kita....

Aku pulang dengan pelajaran sederhana itu...
Sebelumnya, kusempatkan merekam wajah-wajah lugu mereka...
Hasilnya, “Semua mengeluarkan jurus METAL..!!!”
Lihatlah gambar tujuh bocah penjaga dunia lain itu...
Gambar terindah yang pernah kuambil, bersama keluguan hati mereka...

Kelak, mereka seharusnya menjadi seseorang.


TPU Sadamalun Pangkal Perjuangan,
September 2007

Si Mbok dengan bakul jamu di punggungnya... (Epin)

Pagi yang tenang, tapi tidak tenang dengan hatiku.
Baru sehari merasa tenang setelah terbebas dari bangku akademis, aku kembali merasa gundah gulandings. Gimanings nggak gundah-gulandings? pasti setelah ini banyak yang menanyakan status pekerjaan.

Ya Allah, paringono kerjaan yang ga perlu pake kemeja dan waktunya fleksibel.
Aku marah nih, kenapa si mbok yangn gegendong bakul jamunya, yang besarnya setengah kali badannya yang kecil itu, berusaha bekerja keras, sementara aku kembali buang2 uang di warnet yang sudah habis masa jaya akses cepatnya ini?

Semua bekerja keras. Anak muda yang mencuci mobil di bengkel, penyapu Jalan Cihampelas, dan hey...seorang wanita berblazer kuning busuk turun dari motor sambil menciumi tangan lelaki pengendara motor.

Konsentrasiku kembali buyar, rear si wanita mengingatkanku pada Ellen Barkin, Maria Bello, Peta Wilson, Silvia Rossi,Maruzka Albertazzi, Serena Grandi.
Euweuh Gawe'


KONTRIBUTOR tulisan ini adalah handsome boy. Dia dipanggil epin. Sahabat lawas yang pernah meneteskan darah bersama dalam sebuah media perjuangan EUFORIA! yang sempat akan dibredel para penguasa saat itu. Eksentrik orangnya. Sering terlihat sendiri, tapi saya tahu dia tak pernah ingin sendiri di dunia ini. Epin kini sedang mencari seorang istri solehah. (dan tulisan ini saya catut begitu saja)

Dia tidak pernah menangis.... #1

Coba pikir sebentar.. Satu nama cewek yang ada di hati dan pikiran kamu sekarang...Yang cukup berperan dalam hidup kamu saat ini...Let's start.

1. Kenal dia dimana?
disuatu taman hijau, di bawah pohon...

2. Kapan kamu kenal dia?
beberapa waktu yg lalu...

3. Agama dia apa?
sampai saat ini katanya dia sedang mencari Tuhan..

4.Makanan kesukaan dia apa?
semua yang berasal dari alam katanya...

5. Kamu kenal teman2nya?
mereka yang katanya kenal banget aku..

6. Kenapa milih dia buat bulletin ?
secara tidak sengaja, bayangannya muncul di depan komputer... Damn!

7. Pernah liat dia nangis?
dia pintar sekali menyembunyikan perasaannya...

8. Dia pernah liat kamu nangis?
tidak pernah sama sekali... katadia, "kamu selalu membuat aku bisa tersenyum".

9. Kapan terakhir ketemu dia?
suatu hari yg lalu

10.Kamu benci dia?
belum...

11. Dia sayang kamu?
sangat katanya...

12. Kamu inget baunya dia?
harum...

13. Seneng kenal sama dia?
semoga...

14. Tau no. HPnya?
nomer telepatinya juga tau

15. Kapan terakhir kontak dia?
beberapa detik yang lalu

16. Kangen dia?
kadang...

17. Pernah diomelin ma dia?
tidak berani dia...

18. Pernah ke rumahnya?
alam adalah rumahnya katanya

19. Pernah liat dia sakit?
dia selalu tersenyum. tidak pernah memperlihatkan perasaannya...

20. Dia mandi berapa lama?
bukan urusan saya...

21. Dia perhatian sama kamu?
sepertinya...

22. Kamu tau dia jago apa?
jago menyembunyika perasaan... jago membuat orang merasa nyaman di dekatnya

23. Dia tau temen2 kamu?
tidak untuk saat ini

24. Dia ada dimana sekarang?
katanya di tempat biasa...

25. Berapa lama udah kenal dia?
beberapa waktu yang katanya lama, sekaligus sebentar...

26. Sifat sifat dia?
memilih mengalahkan perasaannya sendiri...

27. Shio dia?
bukan urusan berarti buat saya...

28. Kamu tau hobby nya apa aja? apa?
berbicara dengan alam katanya...

29. Pernah marah sama dia?
belum

30. Dia pernah kecewa sama kamu?
tidak akan pernah katanya

31. Dia lagi ngapain? Tau nggak?
di tempat biasa... berfikir sepertinya

32. Apa lagu favoritnya?
lagu tentang hidup dan cinta... tapi dia sangat tidak suka kecengengan...

33. Punya kenangan khusus sama dia?
semoga...

34. Kamu tau apa masalah2 dia sekarang?
tidak pernah ada masalah dia...

35. Ok... Nah, siapa dia???
seseorang dengan hati yang indah, seindah namanya, selembut wajahnya, serta seseorang yang sulit sekali menangis... meski begitu, aku selalu tahu perasaannya....

salam untuk kamu, di sana...
di tempat biasa kita bertemu, sayang. dan selalu...

Sabtu, 15 September 2007

Orang laut suka berpesta (juga)


Orang-orang laut berpesta.


Mereka menari, bernyanyi, tertawa, bermandikan matahari, menyantap hidangan alam, berjingkrak lalu saling mengucapkan selamat."SELAMAT berpesta, saudara," ucap mereka.


Tamu yang datang tidak hanya dari laut, tapi juga dari darat. Bagi mereka, ini semua adalah berkah. Sebab, sangat jarang menemui orang darat yang mau ke laut. Kadangkala, ada prasangka orang laut kepada orang darat, bahwa orang darat itu hebat dan seringkali mengagumkan. Makanya, orang laut merasa terhormat jika ada orang darat datang ke kampung halaman mereka. Apalagi berbondong-bondong seperti yang terjadi pada Pesta Laut. "Kami senang. Karena dengan judul 'Pesta Laut', saudaraku orang-orang darat mau datang menjenguk kami, meski sebentar saja," kata beberapa dari orang laut.


Dan acara puncak pun dimulai...

Orang laut yang ramah, mengajak orang darat jalan-jalan dengan perahu sederhana mereka. Perahu dengan panjang sekitar 10 meter, yang terbuat dari kayu. Hanya ada tiang dan sebuah terpal yang berperan menjadi peneduh mereka dari santapan rakus matahari siang yang kadangkala membuat gerah orang darat. Orang darat sendiri sangat membenci matahari. Sampai-sampai mereka memakai krim anti matahari dulu sebelum pergi memutuskan melawan matahari. Apalagi matahari yang sadis seperti di laut. Yang kata orang darat, matahari yang tidak tahu diri. Menyengat tanpa pandang bulu. Matahari yang tidak pernah pilih kasih menyengat. Matahari yang tidak bisa membedakan mana orang darat dan mana orang laut.


Tak disangka, orang darat senang juga setelah perahu sederhana yang mereka naiki berjalan mulus dengan angin kencang yang menerpa bertubi-tubi. "Tak apalah diterpa angin bertubi-tubi," kata orang darat. Sebab, di darat kini sudah jarang ada angin bertubi-tubi datang menyegarkan tubuh mereka. Termasuk pikiran mereka yang terpenting. Orang darat kini banyak memakai angin buatan yang biasa disebut AC. Yang mereka sendiri tidak tahu apa itu menyehatkan atau tidak.


Sampai di tengah lautan, dengan peralatan serba hebat dan lengkap untuk merekam diri mereka dengan rasa narsis yang super-tinggi, orang darat yang penasaran dengan seenaknya berpindah tempat guna mencari angle yang sensasional agar hasil rekaman mereka bisa menjadi karya spektakuler seperti pendahulu mereka sebelumnya. Alhasil, perahu kelas menengah ke bawah itu pun bergoyang keras. "Hei orang darat, diamlah sedikit. Ini laut lepas, bukan darat terbatas," teriak orang laut bersamaan. "Kalian mau mati?" tiba-tiba satu orang laut nyeletuk.


Orang darat yang baru sadar dengan kecerobohannya itu langsung memasang gaya batu sesuai tindak-tanduk mereka yang terakhir. Ada yang hanya melongo, seperti orang bodoh. Padahal, dimata orang laut, mereka itu luar biasa pintar. Untuk sesaat, orang laut masih menganggap mereka pintar. Tapi entah setelah kejadian ini....


Hanya selang sepersekian detik, dengan rasa berdebar kencang yang datang begitu cepat, orang darat mulai sadar. Rupanya, untuk sadar itu orang hanya perlu waktu tidak lebih dari satu detik....


Perahu pun kembali ke darat.

Pesta laut yang meriah dan girang-gembira terus berlanjut.

Ada atraksi buaya, bakar ikan yang panjang-panjang, karnaval artis ibu-ibu laut dan bapak-bapak laut - tak lupa anak-anak mereka juga ikut.

Ramai sekali... Sebab, gendang yang menderu, riak gelombang tengah hari, suara pasir putih yang diinjak orang laut dan darat yang tiba-tiba terbang diterpa angin, suara kicauan burung, semilir nyiur di pesisir laut dan lagu dangdut murahan yang dibuat eksklusif terus berperang mencari penggemar mereka yang sungguh sangat memilih satu dari seribu suara itu...


Pesta laut, adalah wujud syukur katanya....

Karena alam, lebih sering berteman, ketimbang menjaili manusia....
Tanjung Pakis, Pakisjaya,
Agustus 2k7

Lembayung (Bali)


Menatap lembayung di langit bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Dikala jiwaku tak terbatas bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta...

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh, jingga...

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh, cinta...

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh, jingga..

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh, mimpi..

Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung suryamu
Lembayung bali

Kamis, 13 September 2007

Kisah abadi "Raka sang Sutradara" #3

Film eksentrik dan kepergian raka (lagi)

Ada yang unik sejak sore yang damai itu dirasakan. Sejak percakapan raka bersama timnya untuk membuat sebuah film yang akan segera dirilis sebentar lagi. Sebagai bocoran untuk para wartawan infotainment, kali ini raka akan membuat film bertemakan cinta dan keluarga. Tapi sekali lagi, bukan tema cinta seperti Eifel I'm in Love apalagi Heart atau film cinta murahan yang cengeng. Film ini pasti akan menggugah semua penonton. Dan efek dari film ini, para lelaki tidak akan malu lagi untuk menangis bombay di muka umum. Mereka akan mencurahkan segenap perasaannya kepada pacarnya atau keluarganya. Jauh-jauh hari tim raka selalu memikirkan hal ini. Apa efek yang akan terjadi buat para penonton??

Oh ya, sebagai informasi aja, beberapa judul film karya Production House Raka and Little Star Project yang telah tayang di bioskop kemaren telah menghasilkan untung bagi semua orang, hingga penjual kacang depan BIP, BSM, CIWALK, Blitz MegaPlex PJV dan Jakarta. Film-film yang sempat sukses menyita jutaan penonton dari anak-anak, ABG, Dewasa Muda, pengantin baru hingga orangtua wali murid ini berjudul : "Pembalasan Samsul Bahri" yang bertahan selama enam bulan di bioskop terkemuka. Ada lagi film "Kembalinya Si Midun" yang bertahan lima bulan di bioskop terkemuka juga. Terus ada juga film "Kabayan Mencari Jimat" yang juga laris manis tanjung kimpul di pasaran. Belum lagi tema film remaja yang diantaranya bertajuk : "Ada Asmara Di Tanah Abang" serta film bertema romantic comedy "Kejar Cinta Sambil Tertawa" telah meraup milyaran rupiah. Uang ini tak lupa dibagikan kepada fakir miskin, anak terlantar dan yatim piatu yang konon dipelihara negara dalam UUD 1945 tapi nyatanya bohong belaka, tertipu mereka...

Oh ya, sepertinya raka akan pergi dulu sebentar... saat dikonfirmasi oleh wartawan hiburan dan infotainment yang menunggu di depan rumahnya sedari subuh buta, raka berkata, "saya hanya jalan-jalan sebentar mencari angin dan inspirasi. saya belum berniat menghilang lagi, kok. Jadi, rekan-rekan harap santai saja. Do'akan saja saya... tapi memang sempat juga terbesit untuk 'hibernasi' selama beberapa hari, cuman belum ada waktu aja... saya masih sayang kalian...". Dan mobil cheeroke raka langsung melesat meninggalkan kerumunan wartawan yang beberapa diantaranya begitu terharu sampai menitikan air mata.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang...60.....90....110....km/jam sambil mendengarkan cd lagu kenangan abadi yang easy listening, mobil terus melaju di jalan tol yang panjang itu....entah mau kemana dia...???

bersambung.....

Kisah abadi "Raka sang Sutradara" #2

Suatu sore damai....

Sore itu, sore yang damai. Seperti biasa, raka sang sutradara sedang bersantai di sebuah cafe outdoor dengan pemandangan taman, sebuah kolam dengan air mancur dan para pejalan kaki yang girang gembira menikmati suasana sore itu. Sekali lagi, emang sore yang damai kala itu. Raka bersama kekasih gelapnya dan teman-teman rupanya sedang berbincang mengenai film barunya yang akan segera dirilis. Perbincangan semakin hangat, karena disitu juga hadir assisten raka, sang penulis skenario dan pencari talent serta seorang kameramen.

Sang pelayan dari kejauhan curi-curi pandang melihat ke arah meja dimana raka dkk duduk. Rupanya si pelayan ingin minta tanda tangan, tapi dia malu dan takut dipecat. Dengan perasaan berdebar-debar dia menyuguhkan minuman dan makanan pesanan raka dkk. Raka hanya tersenyum ketika si pelayan tadi datang. Hhhmm, raka memang orang yang ramah. Si pelayan pun langsung pergi dengan wajah memerah. Perbincangan terus berlanjut dan semakin hangat. Terjadi perdebatan sengit dan tajam antara teman-teman raka mengenai jalan cerita dan talent yang akan dipakai nanti. Raka sendiri masih mengamati kearah mana perdebatan itu terjadi. Membuat film memang bukan perkara mudah. Apalagi sutradara sekaliber raka harus membuat segalanya tampak sempurna. Detil-detil dari setiap adegan harus dirasakan oleh penonton. Dalam setiap film made in raka, penonton jangan berkedip sedikitpun. Sekali berkedip ia akan kehilangan moment berharga dari pelem itu.

Pada sore damai itu, sayup-sayup terdengar burung berkicau. Suara pepohonan yang bergoyang menambah damai suasana di cafe itu. Cafe dengan suasana alam alami. Orang-orang masih asyik dengan aktivitas mereka. Ada yang tertawa sambil bermain di dekat kolam, ada yang memberi makan burung-burung merpati di sekitar taman, ada juga yang pacaran, atau ada juga asyik memotret dan melukis pemandangan sekitar untuk mengabadikan suasana damai tempat itu. Emang damai sich. Sementara di meja tempat raka dkk duduk, obrolan hangat masih mengalir. Sedikit demi sedikit raka mencicipi cappucino hangat dan donat yang terasa manis dibibirnya. Tak jarang ia juga menyempatkan diri untuk berbincang hangat dengan kekasih gelapnya lalu mencium keningnya.
Ah, indah ya....

detik terus berjalan...
bersambung......