Selasa, 28 Agustus 2007

Kisah abadi "Raka sang Sutradara" #1

Kisah abadi "Raka sang Sutradara" kini ditulis kembali...
Kenapa ditulis kembali? Lalu, kemana tulisan sebelumnya ketika raka pergi?
Sudahlah....
Toh, misteri kepergiannya yang mendadak di tengah publik sampai saat ini tidak pernah terkuak.
Maka, setiap penggemar dan pemirsa hanya bisa secara tiba-tiba mendengar, melihat dan merasakan kisah kedatangannya kembali di jagat infotainment penjuru dunia...

begini ceritanya.....


Setelah sekian lama bergelut dengan kenyataan yang ada, kini seorang manusia yang selalu mengisi hari-hari biasanya kembali lagi kehadapan pemirsa semuanya. Saat ditanya oleh sekira ratusan wartawan infotainment mengenai kemana saja dia menghilang selama ini, dengan santai pria yang akrab disapa raka ini menjawab, "Aku ada karena kau ada". Rupanya virus dari Ian Kasela (yang konon dalam Ripple Magz Bandung disebut-sebut sebagai tukang gali yang beralih profesi menjadi anak band dan kini telah memiliki keradjaan di sebuah stasiun tivi bernama Trans TV) telah merasukinya. Lagu-lagu yang tersebar hingga pedalaman ini merasuk jiwa muda dan tentunya orang tua. Wajah pas-pasan dengan kacamata hitam hasil sumbangan sponsor kacamata internasional yang entah kenapa tak pernah lepas melindungi mata sang penyanyi dan gitaris pake gigi ini selalu muncul di media bahkan menjadi poster yang dijual di emperan kaki lima.

Wartawan infotainment yang terus mengejar tiada henti, akhirnya memaksa raka untuk menceritakan sedikit apa yang terjadi saat ia mengasingkan diri. Di dalam mobil Cheeroke-nya, raka akhirnya bercerita. "Selama ini saya sibuk sehingga belom sempet buka FS dan update blog lagi. Kemaren saya dipanggil untuk interview dan presentasi. Lalu saya sidang dan akhirnya naek gunung menuntut ilmu selama tiga hari. Tapi saya bukan menemui Aa Gatot seperti yang diberitakan beberapa infotainment kemaren. Saya kan tidak sedang punya masalah rumah tangga, masa ke Aa Gatot? Saya juga gak pernah bertemu dengan Ki Joko Bodo apalagi Mbah Marijan seperti ditayangkan tivi kemaren. Kini, saya telah turun gunung dan alhamdulillah saya baik-baik saja. Kekasih gelap saya juga baek dan hubungan kita lancar. Malah saya mau ketemu setelah ini. Jadi, gosip yang beredar tidak benar. Saya sayang kalian kok." Lalu sambil melambaikan tangan dan tersenyum, raka pun pergi dengan Cheeroke-nya. Para wartawan infotainment girang bukan kepalang dan terharu. Pasalnya mereka kini bisa lagi melihat raka, seorang biasa yang selalu menjadi public figur yang terkadang cukup kontroversi. Mereka kangen ma raka.

Esoknya....Ditemani secangkir capuccino hangat, di dekat kolam renang di belakang rumahnya, raka membeli semua media cetak yang memuat beritanya kemarin. Semua stasiun tivi sejak subuh buta sudah menayangkan beritanya kemarin. Namun, berita media cetak biasanya lebih heboh. Sambil tersenyum, raka membaca sebuah tabloid gosip paling hot negeri ini. Covernya adalah dia, dengan judul "Kembalinya Si Penghayal Ca'em Membawa Cinta". Berita gosip itu juga membuat wartawan infotainment makin suka dengannya. Apalagi ibu-ibu, mba-mba, tante-tante dan para remaja cewek yang selalu histeris jika melihatnya.

Ah, raka sang sutradara akhirnya kembali.

Semua masyarakat akhirnya bahagia....

Damai Malam episode1

Malam yang damai...
Sebuah pekerjaan rumah yang harus kumulai dari sekarang....
Mencari sejarah yang sempat tertutup rapat atau bahkan hilang.
Ya, aku harus merangkainya.
Setidaknya agar aku tahu di mana aku mulai berdiri dan melangkahkan kakiku. Aku hanya tidak ingin durhaka. Sepertinya semua akan terasa berat. Tapi hidup belum berhenti.
Sejarah harus kutulis lewat tinta biruku. Untuk anak dan keluargaku kelak. Agar mereka menjadi lebih memahami betapa hidup perlu menghargai masa lalu.
Meski kita hidup untuk hari ini dan (mungkin) untuk besok.
Ah, waingapu tunggu aku. Aku rindu birunya laut dan bintang laut yang dulu pernah kutemukan di pesisir laut itu. Berjalan sendiri dan merenungi betapa indah hidup bersama kedamaian. Aku pasti kesana. Pasti. Meski untuk mendengar cerita betapa orang berbahagia dengan orang-tuaku dahulu....
Aku akan datang....
Suatu saat kelak. Dan itu harus.
Sayang, tunggu aku di rumah...
aku juga akan kesana.
Semoga ini bisa kuceritakan nanti padamu.
Ketika suatu malam yang damai datang menyapa. Dan ketika itu pula kegelapan yang merupakan kehendak alam datang. Semua orang berdo'a... aku pun juga.
Semua akan terjadi. Ketika aku mulai berjuang melawan lupa. Berjuang dari kemapanan dan keangkuhan masa muda....

Melawan sesuatu yang kita sebut nyaman.
Jika tidak seperti itu, aku akan tetap di sini.
Menangisi sejarah yang kuukir sendiri.
Atau bahkan aku malah tidak punya sejarah sama sekali.

Aku tidak mau, sayang...

Malam damai, bersama gerhana bulan... ada do'a teriring.
duapuluhdelapan delapan kosongtujuh

Sabtu, 25 Agustus 2007

Grand Launching Kata Curhat

Selamat malam, pagi, siang juga sore...

Yth Bpk Presiden Republik Curahan Hati beserta keluarga...
Yth Bpk Wakil Presiden Republik Curahan Hati beserta keluarga (juga selingkuhannya)...
Yth Menteri Kabinet Republik Curahan Hati bersama para istri mudanya...
Yth Duta Besar Negara-negara tetangga yang sering juga curhat sambil gelap-gelapan...
Yth Para Pemimpin Redaksi berbagai media dalam bentuk apapun...
Yth Para tamu undangan yang sudah jauh-jauh hari menunggu launching kantor berita curahan hati atau kita sebut "KATA CURHAT"....

Dengan ini, pada Sabtu, malam Minggu bertempat di dunia maya tepatnya di Indonesia, tanggal 25 Agustus 2007 pukul 20.04 WIB, dengan ini kita resmikan KATA CURHAT sebagai kantor berita satu-satunya yang sah dan legal untuk mengungkapkan kata hati dan berbagai perasaan (pedih, sakit, dendam, benci, CINTA, SAYANG, suka-duka, girang-gembira dan berbagai perasaan yang mendera kita) dalam bentuk kata-kata yang teruntai indah mendayu-dayu...
Maka, kejujuran hati menjadi elemen pertama para koresponden/kontributor di KATA CURHAT ini... setelah itu, kemapuan imajinasi dan kemampuan memainkan kata menjadi elemen selanjutnya...

Akhirnya, uraian singkat ini semoga menjadi kebahagiaan kita semua dalam menyambut kehadiran KATA CURHAT di belantika media tanah air dan tanah orang lain di dunia manapun... Menyimak sebuah novel populer yang tidak mau saya sebutkan judul dan pengarangnya, maka prinsip (katakanlah begitu) di KATA CURHAT ini adalah : "Kita tidak perlu punya idealis yang malah memusingkan kita untuk melangkah. Tapi di sini, kita hanya perlu etika hidup. Apa itu? Mari kita cari bersama."

Salam sejahtera untuk kita bersama....
katakan apa kata hatimu...

Pemimpin redaksi,
Raka Zaipul
"Selalu jatuh cinta..."